- Pewarta : Admin Cipanas
- on : February 22, 2026
Setiap tanggal 22 Februari, anggota Gerakan Pramuka dan organisasi kepanduan di seluruh dunia memperingati Baden Powell Day. Tanggal ini merupakan hari kelahiran pendiri gerakan kepanduan dunia, Robert Baden-Powell, yang lahir pada 22 Februari 1857 di London, Inggris.
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa, semangat, dan warisan nilai yang telah beliau tanamkan kepada jutaan anggota pramuka di seluruh dunia.
Sejarah Singkat Baden Powell dan Lahirnya Gerakan Kepanduan
Robert Baden-Powell, yang memiliki nama lengkap Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, adalah seorang perwira Angkatan Darat Inggris. Pengalamannya saat bertugas di berbagai wilayah, termasuk di Afrika, membentuk gagasannya tentang pentingnya keterampilan bertahan hidup, kepemimpinan, dan pendidikan karakter bagi generasi muda.
Pada tahun 1907, ia menyelenggarakan perkemahan percobaan di Pulau Brownsea, Inggris, yang menjadi tonggak awal lahirnya gerakan kepanduan. Setahun kemudian, ia menerbitkan buku Scouting for Boys, yang kemudian menjadi panduan dasar bagi gerakan kepanduan di berbagai negara.
Gerakan ini berkembang pesat dan menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, yang kemudian dikenal dengan nama Gerakan Pramuka.
Mengapa 22 Februari Diperingati?
Tanggal 22 Februari tidak hanya menjadi hari kelahiran Baden-Powell, tetapi juga merupakan hari kelahiran istrinya, Olave Baden-Powell, yang dikenal sebagai World Chief Guide. Oleh karena itu, di beberapa negara, peringatan ini juga disebut sebagai “Founder's Day” atau “World Thinking Day”.
Hari ini menjadi simbol persatuan anggota pramuka dan pandu putri di seluruh dunia untuk merenungkan kembali nilai-nilai dasar kepanduan: kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan cinta tanah air.
Fakta Unik tentang Baden-Powell
Berikut beberapa fakta menarik tentang Baden-Powell:
Ia awalnya tidak berniat membentuk organisasi kepanduan dunia; gerakan ini tumbuh secara spontan karena besarnya minat generasi muda terhadap bukunya.
Baden-Powell sangat menekankan metode belajar sambil melakukan (learning by doing), yang hingga kini menjadi ciri khas pendidikan kepramukaan.
Ia dimakamkan di Nyeri, Kenya, dengan lambang lingkaran bertitik di tengah pada batu nisannya—simbol kepanduan yang berarti “Saya telah pulang”.
Makna Baden Powell Day bagi Pramuka Indonesia
Bagi Gerakan Pramuka Indonesia, Baden Powell Day bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momen refleksi. Nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya sejatinya selaras dengan semangat yang diperjuangkan oleh Baden-Powell: membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh anggota pramuka—mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega—dapat terus menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan keterampilan, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Penutup
Baden Powell Day adalah pengingat bahwa gerakan besar selalu bermula dari gagasan sederhana yang dijalankan dengan ketulusan dan komitmen. Semangat yang diwariskan oleh Robert Baden-Powell terus hidup dalam setiap kegiatan perkemahan, latihan rutin, dan aksi sosial yang dilakukan oleh anggota pramuka di seluruh dunia.
Selamat memperingati Baden Powell Day.
Salam Pramuka!
